DOA BERSAMA : Dalam rangka Muktamar ke 35 NU, dan HUT RI ke 81 Republik Indonesia
NU Ranting Takerharjo 139× dibaca
MWCNU Solokuro Gelar Doa Bersama Sambut Muktamar ke-35 NU dan HUT ke-81 RI
LAMONGAN — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Solokuro menggelar doa bersama dan munajat dalam rangka menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026, sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh jajaran pengurus MWCNU Solokuro, badan otonom NU, serta para Rais Syuriyah dan Tanfidziyah dari seluruh ranting NU se-Kecamatan Solokuro.
Kegiatan doa bersama ini menjadi momentum spiritual bagi keluarga besar NU Solokuro untuk memohon kepada Allah SWT agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU diberikan kelancaran, keamanan, dan keberkahan serta menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi perjalanan Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan umat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan wirid yang diijazahkan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Setelah itu, jamaah melanjutkan dengan pembacaan Qasidah Burdah yang merupakan ijazah dari KH. Abdul Wahab Hasbullah, salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan NU.
Pembacaan wirid dan Burdah berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para peserta mengikuti rangkaian munajat dengan harapan agar seluruh ikhtiar yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama senantiasa mendapatkan pertolongan dan ridha Allah SWT.
Ketua MWCNU Solokuro dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa doa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tradisi NU dalam mengiringi setiap ikhtiar dengan doa dan tawakal.
“Sebesar apa pun ikhtiar kita, tetap harus kita sandarkan kepada Allah SWT. Muktamar bukan hanya forum organisasi, tetapi juga momentum untuk memohon kepada Allah agar NU ke depan diberikan pemimpin, kebijakan, dan arah perjuangan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.
Momentum doa bersama tersebut juga dikaitkan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah pada tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, yang mencerminkan cita-cita untuk membangun Indonesia yang mandiri, berkeadilan, dan sejahtera.
Bagi keluarga besar MWCNU Solokuro, kemerdekaan merupakan nikmat sekaligus amanah yang harus dijaga bersama. Semangat mempertahankan dan mengisi kemerdekaan menjadi bagian dari tanggung jawab warga NU dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Doa bersama tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Nahdlatul Ulama tidak dapat dilepaskan dari tradisi ulama, sanad keilmuan, wirid, doa, khidmah, dan perjuangan kebangsaan.
Muktamar ke-35 NU sendiri telah ditetapkan oleh PBNU untuk digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Dari Solokuro, keluarga besar NU menitipkan harapan agar Muktamar ke-35 NU mampu menghasilkan keputusan terbaik, memperkuat persatuan warga Nahdliyin, meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat, serta membawa Nahdlatul Ulama semakin bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Berikhtiar dengan sungguh-sungguh, bermunajat dengan penuh ketulusan, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.”
Semoga Muktamar ke-35 NU berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Semoga pula Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, keadilan, kemakmuran, serta perlindungan dari Allah SWT.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.