TPQ Model Tanwirul Maarif Takerharjo
Jl. H. Moh. Ilham RT 04 RW 02, Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan
Tentang TPQ Model Tanwirul Maarif Takerharjo
TPQ Model Tanwirul Maarif Takerharjo adalah lembaga pendidikan Al-Qur'an usia dini dan dasar yang terletak di Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebagai bagian terintegrasi dari Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, TPQ ini berkomitmen melahirkan santri yang fasih membaca Al-Qur'an, tertib beribadah, serta memiliki pemahaman dasar agama Islam yang kokoh dengan landasan nilai Ahlussunnah wal Jama'ah.
Sejarah Singkat
SEJARAH BERDIRINYA TPQ TANWIRUL MA’ARIF
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Tanwirul Ma’arif Takerharjo merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tumbuh dari kepedulian para tokoh agama dan masyarakat Desa Takerharjo terhadap pentingnya pendidikan Al-Qur’an bagi generasi penerus. Perjalanan TPQ Tanwirul Ma’arif dimulai dari sebuah proses panjang yang penuh semangat, perjuangan, dan pengabdian dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Cikal bakal berdirinya TPQ Tanwirul Ma’arif bermula dari himbauan KH. Salim Azhar agar dari Takerharjo mendelegasikan beberapa orang untuk mengikuti tahsin Metode Qiroati. Himbauan tersebut mendapat sambutan baik dari para tokoh dan guru ngaji di Takerharjo. Sebagai tindak lanjut, beberapa guru kemudian diutus untuk mengikuti kegiatan tahsin Metode Qiroati yang pada waktu itu bertempat di Sendangagung.
Di antara guru yang mengikuti kegiatan tahsin tersebut adalah Ustadz Nur Hakim, H. Supyan, Ibu Mujammah, dan beberapa guru lainnya. Kegiatan tahsin tersebut menjadi salah satu tonggak awal tumbuhnya kesadaran untuk membangun sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an yang lebih terarah dan sistematis di Desa Takerharjo.
Atas semangat dan kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an, kemudian berdirilah TPQ Tanwirul Ma’arif pada tahun 1993. Lembaga ini didirikan oleh H. Sidqon Aly, dengan didukung oleh para guru dan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan Al-Qur’an. Pada masa awal berdirinya, TPQ Tanwirul Ma’arif dibimbing oleh para guru, di antaranya Ustadz Nur Hakim, H. Supyan, dan Ibu Mujammah.
Perkembangan Metode Pembelajaran
Dalam perjalanan sejarahnya, TPQ Tanwirul Ma’arif senantiasa berusaha melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Hal tersebut diwujudkan dengan mengikuti perkembangan metode pembelajaran yang dianggap mampu memberikan pembelajaran Al-Qur’an secara lebih efektif dan berkualitas.
1. Periode Metode Qiroati (1993–1995)
Pada masa awal berdirinya, yaitu sejak tahun 1993 sampai dengan 1995, TPQ Tanwirul Ma’arif menggunakan Metode Qiroati sebagai metode pembelajaran Al-Qur’an. Penggunaan metode ini merupakan kelanjutan dari proses tahsin yang sebelumnya diikuti oleh para guru di Sendangagung.
2. Periode Metode An-Nahdliyah (1996–2016)
Memasuki tahun 1996, TPQ Tanwirul Ma’arif mulai menggunakan Metode An-Nahdliyah dalam pembelajaran Al-Qur’an. Dalam periode ini, pembinaan metode dilakukan melalui MABIN Langitan. Metode An-Nahdliyah digunakan secara berkelanjutan selama kurang lebih dua puluh tahun, yaitu dari 1996 hingga 2016.
Periode ini menjadi salah satu fase penting dalam perkembangan TPQ Tanwirul Ma’arif. Para guru terus berupaya meningkatkan kemampuan mengajar, sementara para santri mendapatkan pembelajaran Al-Qur’an secara lebih terstruktur sesuai dengan sistem yang diterapkan dalam Metode An-Nahdliyah.
3. Periode Metode Ummi (2016–Sekarang)
Seiring dengan perkembangan kebutuhan pendidikan Al-Qur'an dan semangat untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, pada tahun 2016 TPQ Tanwirul Ma'arif kembali melakukan pengembangan metode pembelajaran atas gagasan Bapak *Luthfi Humaidi*.
Sejak tahun tersebut hingga sekarang, TPQ Tanwirul Ma'arif menggunakan Metode Ummi di bawah pembinaan Ummi Foundation Surabaya.
Penerapan Metode Ummi menjadi bagian dari ikhtiar TPQ Tanwirul Ma'arif untuk menghadirkan pembelajaran Al-Qur'an yang lebih terarah, sistematis, dan berkualitas. Para guru terus mendapatkan pembinaan dan berusaha meningkatkan kompetensi agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Penutup
Perjalanan TPQ Tanwirul Ma’arif sejak berdiri pada tahun 1993 hingga sekarang merupakan perjalanan panjang yang tidak terlepas dari perjuangan para pendiri, guru, tokoh agama, serta dukungan masyarakat Takerharjo. Berawal dari himbauan KH. Salim Azhar untuk mengikuti tahsin Metode Qiroati, kemudian diwujudkan dengan berdirinya TPQ Tanwirul Ma’arif oleh H. Sidqon Aly, lembaga ini terus berkembang dan melakukan berbagai upaya peningkatan.
Visi
Menjadi lembaga terdepan dalam melahirkan Generasi Qur’ani
Misi
1. Mewujudkan lembaga profesional dalam pengajaran Al-Qur’an yang berbasis sosial dan dakwah.
2. Membangun sistem manajemen pengajaran Al-Qur’an yang berbasis pada mutu.
3. Menjadi lembaga percontohan dalam pengembangan dan pembelajaran Al-Qur’an.
Video Profil
Video belum tersedia
Galeri Foto